Halo semuanya,
sebelumnya kenalin nama gue Rahman. Di tulisan kali ini gue mau ceritain
sedikit kisah keluh kesah dari kehidupan gue. Cerita ini sih bakal jadi cerita
yang berkelanjutan karena gue belum tau masa depan gue akan gimana. Apapun
jadinya nanti di masa depan gue, gue bakal tetep lanjutin cerita ini sesuai apa
yang terjadi sama kehidupan gue. So, kita langsung masuk aja ke ceritanya. Enjoy
read J.
Jadi gue adalah
anak sma yang lagi galau tentang universitas dan jurusan yang bakal gua ambil.
Gue sekarang kelas 11 SMA. Mungkin banyak dari kalian juga yang sedang ngalamin
perasaan yang sama kaya gue. Orang tua gue dulu pernah bilang “kamu boleh ambil
universitas dan jurusan sesuai yang kamu mau asal kamu bisa jadi orang sukses”.
Itu perkataan orang tua gue sewaktu gue kelas 10.
Mungkin buat
sebagian orang, memilih universitas dan jurusan merupakan hal yang mudah karena
kita cuma tinggal memilih jurusan yang sesuai dengan minat bakat kita. Buat gue
kenyataannya tidak. Kenapa? Karena gue dari dulu ( bisa dibilang SD ) gapernah
sama sekali dapet dukungan atau support sedikitpun dari kedua orang tua gue. Jadi
gue gapernah tau apa minat gue, apa bakat gue dan dimana passion gue. 3
pertanyaan itu yang selalu gua permasalahkan dalam hidup gue. Tapi gue yakin
banyak anak anak diluar sana yang ngalamin apa yang gua rasain.
Ngomongin
jurusan, ada 2 tipe anak dalam mengambil jurusan dan universitas :
1. mereka yang mengikuti keinginan orang tuanya
dengan mengambil universitas dan jurusan sesuai dengan apa yang orang tua
mereka mau dengan alasan agar mereka bisa membuat kedua orang tuanya bahagia
atau mereka takut tidak bisa sukses karena tidak menuruti perkataan orang tua.
2. mereka yang menentang orang tuanya dengan
mengambil universitas dan jurusan sesuai dengan apa yang mereka mau ataupun
sukai.
Gue termasuk
orang yang tipe 2. Kenapa? Karena yang akan menjalani kehidupan di masa depan
nantinya adalah kita. Kita yang akan menjalani proses belajar di masa kuliah
nanti. Kita yang akan merasakan bekerja di masa depan nanti yang kemungkinan
besar akan sesuai dengan jurusan yang kita ambil di masa kuliah. Buat apa kita
berhasil masuk di universitas X dan jurusan Y apabila kita sama sekali tidak
minat dan suka dengan universitas dan jurusan tersebut.
Belum lama ini,
orang tua gue bilang kalau mereka menginginkan gue masuk di universitas A yang
hype nya tidak menyanggupi otak gue. Mereka hanya bilang kalau gue belajar gue
pasti bisa. Tapi permasalahannya bukan di karena gue gamau belajar.
Permasalahannya adalah karena gue tidak minat dengan universitas tersebut walaupun
itu adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia.
Oiya gua berasal
dari keluarga yang berekonomi di kelas menengah ke bawah. Ibu gue hanya lulusan
SD karena orang tuanya meninggal sejak ia masih berumur 4 tahun dan sekarang
ibu gue hanya berjualan sembari menambah penghasilan keluarga. Sedangkan ayah
gue adalah lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikannya karena faktor biaya
dan pekerjaan ayah gue adalah karyawan swasta dengan gaji UMR.
Balik lagi ke
cerita, alasan orang tua gue menginginkan gue masuk di universitas A tadi
adalah karena letaknya yang dekat dengan rumah kerabat keluarga sehingga ketika
gue nantinya diterima di universitas tersebut gue bakal dititipkan di rumah
saudara gue tadi untuk meminimalisir biaya kuliah gue.
Bukannya gue
ingin menentang mereka, gue hanya ingin mengejar cita cita gue yang baru aja
gue temuin beberapa tahun lalu. Mereka bilang ke gue kalau mereka berhak ikut
campur dalam masalah pemilihan universitas karena mereka lah nantinya yang akan
membiayai semua biaya kuliah gue. Gue menjawab ke mereka kalau gue siap menunda
kuliah untuk mengumpulkan uang biaya kuliah sendiri demi masuk ke universitas
dan jurusan yang gue mau. Obrolan gue dengan orang tua gue berakhir disitu.
Pesan dari gue,
tidak selamanya keluar dari zona nyaman itu buruk. Namun kita harus bisa
membuktikan kepada orang tua kita bahwa kita bisa sukses walaupun kita tidak
menuruti apa yang mereka inginkan. Gue percaya jika kita sukses dengan pilihan
apapun nanti yang kita pilih, mereka akan menerimanya dengan lapang dada
sekaligus rasa bangga. Jadi kita harus memilih masa depan sesuai dengan apa
yang kita inginkan, bukan yang mereka inginkan.
Dan teruntuk
kalian diluar sana yang sama sama tidak pernah mendapat dukungan dan support
dari orang tua kalian sama sekali, tetap semangat. Jangan pernah kalian putus
asa. Gue juga lagi berusaha agar tahun depan bisa masuk universitas dan jurusan
sesuai dengan apa yang gue mau bukan yang mereka mau.
Sekian cerita
dari gue, sampai jumpa di tahun depan untuk
menunggu lanjutan dari cerita ini. Gue bakal ceritain semuanya tentang masa perjuangan gue atau menjadi
akhir dari perjuangan gue. Buat yang suka cerita ini kaian boleh share sesuka
kalian dan semoga cerita gue bisa jadi motivasi buat kalian semua. Terimakasih
sampai jumpa di kegalauan gua selanjutnya J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar