Selasa, 21 Mei 2019


Halo semuanya, sebelumnya kenalin nama gue Rahman. Di tulisan kali ini gue mau ceritain sedikit kisah keluh kesah dari kehidupan gue. Cerita ini sih bakal jadi cerita yang berkelanjutan karena gue belum tau masa depan gue akan gimana. Apapun jadinya nanti di masa depan gue, gue bakal tetep lanjutin cerita ini sesuai apa yang terjadi sama kehidupan gue. So, kita langsung masuk aja ke ceritanya. Enjoy read J.

Jadi gue adalah anak sma yang lagi galau tentang universitas dan jurusan yang bakal gua ambil. Gue sekarang kelas 11 SMA. Mungkin banyak dari kalian juga yang sedang ngalamin perasaan yang sama kaya gue. Orang tua gue dulu pernah bilang “kamu boleh ambil universitas dan jurusan sesuai yang kamu mau asal kamu bisa jadi orang sukses”. Itu perkataan orang tua gue sewaktu gue kelas 10.

Mungkin buat sebagian orang, memilih universitas dan jurusan merupakan hal yang mudah karena kita cuma tinggal memilih jurusan yang sesuai dengan minat bakat kita. Buat gue kenyataannya tidak. Kenapa? Karena gue dari dulu ( bisa dibilang SD ) gapernah sama sekali dapet dukungan atau support sedikitpun dari kedua orang tua gue. Jadi gue gapernah tau apa minat gue, apa bakat gue dan dimana passion gue. 3 pertanyaan itu yang selalu gua permasalahkan dalam hidup gue. Tapi gue yakin banyak anak anak diluar sana yang ngalamin apa yang gua rasain.

Ngomongin jurusan, ada 2 tipe anak dalam mengambil jurusan dan universitas :
1.    mereka yang mengikuti keinginan orang tuanya dengan mengambil universitas dan jurusan sesuai dengan apa yang orang tua mereka mau dengan alasan agar mereka bisa membuat kedua orang tuanya bahagia atau mereka takut tidak bisa sukses karena tidak menuruti perkataan orang tua.
2.   mereka yang menentang orang tuanya dengan mengambil universitas dan jurusan sesuai dengan apa yang mereka mau ataupun sukai.

Gue termasuk orang yang tipe 2. Kenapa? Karena yang akan menjalani kehidupan di masa depan nantinya adalah kita. Kita yang akan menjalani proses belajar di masa kuliah nanti. Kita yang akan merasakan bekerja di masa depan nanti yang kemungkinan besar akan sesuai dengan jurusan yang kita ambil di masa kuliah. Buat apa kita berhasil masuk di universitas X dan jurusan Y apabila kita sama sekali tidak minat dan suka dengan universitas dan jurusan tersebut.

Belum lama ini, orang tua gue bilang kalau mereka menginginkan gue masuk di universitas A yang hype nya tidak menyanggupi otak gue. Mereka hanya bilang kalau gue belajar gue pasti bisa. Tapi permasalahannya bukan di karena gue gamau belajar. Permasalahannya adalah karena gue tidak minat dengan universitas tersebut walaupun itu adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Oiya gua berasal dari keluarga yang berekonomi di kelas menengah ke bawah. Ibu gue hanya lulusan SD karena orang tuanya meninggal sejak ia masih berumur 4 tahun dan sekarang ibu gue hanya berjualan sembari menambah penghasilan keluarga. Sedangkan ayah gue adalah lulusan SMA yang tidak melanjutkan pendidikannya karena faktor biaya dan pekerjaan ayah gue adalah karyawan swasta dengan gaji UMR.

Balik lagi ke cerita, alasan orang tua gue menginginkan gue masuk di universitas A tadi adalah karena letaknya yang dekat dengan rumah kerabat keluarga sehingga ketika gue nantinya diterima di universitas tersebut gue bakal dititipkan di rumah saudara gue tadi untuk meminimalisir biaya kuliah gue.

Bukannya gue ingin menentang mereka, gue hanya ingin mengejar cita cita gue yang baru aja gue temuin beberapa tahun lalu. Mereka bilang ke gue kalau mereka berhak ikut campur dalam masalah pemilihan universitas karena mereka lah nantinya yang akan membiayai semua biaya kuliah gue. Gue menjawab ke mereka kalau gue siap menunda kuliah untuk mengumpulkan uang biaya kuliah sendiri demi masuk ke universitas dan jurusan yang gue mau. Obrolan gue dengan orang tua gue berakhir disitu.

Pesan dari gue, tidak selamanya keluar dari zona nyaman itu buruk. Namun kita harus bisa membuktikan kepada orang tua kita bahwa kita bisa sukses walaupun kita tidak menuruti apa yang mereka inginkan. Gue percaya jika kita sukses dengan pilihan apapun nanti yang kita pilih, mereka akan menerimanya dengan lapang dada sekaligus rasa bangga. Jadi kita harus memilih masa depan sesuai dengan apa yang kita inginkan, bukan yang mereka inginkan.

Dan teruntuk kalian diluar sana yang sama sama tidak pernah mendapat dukungan dan support dari orang tua kalian sama sekali, tetap semangat. Jangan pernah kalian putus asa. Gue juga lagi berusaha agar tahun depan bisa masuk universitas dan jurusan sesuai dengan apa yang gue mau bukan yang mereka mau.

Sekian cerita dari gue, sampai jumpa di tahun depan untuk  menunggu lanjutan dari cerita ini. Gue bakal ceritain semuanya  tentang masa perjuangan gue atau menjadi akhir dari perjuangan gue. Buat yang suka cerita ini kaian boleh share sesuka kalian dan semoga cerita gue bisa jadi motivasi buat kalian semua. Terimakasih sampai jumpa di kegalauan gua selanjutnya J